TANGERANG, KOMPAS.com — Gara-gara mencoba melarikan diri saat ditangkap, kaki kiri seorang bandar ganja, Ahmad Nikmat alias Ableh (32), ditembak Satuan Narkoba Polrestro Tangerang Kota, di sebuah rumah di Kampung Kresek, Kabupaten Tangerang, Minggu (25/9/2011) malam.
"Tersangka berusaha melarikan diri dengan cara melepaskan borgol di tangannya. Setelah dua kali memberikan tembakan peringatan ke udara, tetapi tak digubris, petugas akhirnya melepas tembakan ke kaki kiri tersangka," kata Kepala Satuan Narkoba Polrestro Tangerang Kota Komisaris I Gede Gotia kepada wartawan, Senin (26/9/2011).
Untuk mendapatkan pertolongan, saat itu juga tersangka dilarikan ke RSUD Tangerang.
Kejadian itu berawal dari penangkapan pengedar ganja bernama Ahmad Muhajir alias Azis (35). Penangkapan Azis oleh petugas berawal dari informasi masyarakat bahwa tersangka yang baru beberapa bulan keluar dari penjara karena kasus narkoba masih menjual daun ganja kering di Kampung Merak, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.
Dari informasi itu, ungkap Gotia, petugas langsung menyelidiki sekaligus memantau gerak-gerik tersangka.
"Saat ditangkap, polisi menemukan satu bungkus daun ganja kering dari tangan tersangka Azis," kata Gotia.
Kepada petugas, lanjut Gotia, mantan residivis ini mengaku kalau daun ganja kering itu dibeli dari Ableh.
Setelah menyamar jadi pembeli, polisi berhasil menangkap Ableh di salah satu rumah. Namun, di rumah itu polisi tidak menemukan barang bukti.
Dari pengakuan tersangka Ableh, polisi menemukan 55 kilogram daun ganja kering siap dipasarkan di rumah kontrakannya di Kampung Jayanti RT 3 RW 1, Desa Jayanti, Kabupaten Tangerang.
Setelah ditangkap, dalam perjalanan ke Polrestro Tangerang Kota, tersangka Ableh mengaku menyimpan lagi 10 kg daun ganja kering di rumah orangtuanya. Di tempat inilah tersangka Ableh mau melarikan diri.
Gotia mengatakan, atas perbuatannya, tersangka dapat dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Sub Pasal 111 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang